liburan tinggal besok
lusa udah masuk sekolah
huh, masih kurang lamaaaaaa :(
nggak melancong kemana-mana
malah ndekeeeem aja di rumah
paraaah O.o
tapi ingatan itu kembali datang
ingatan menyenangkan
yang mengingatkanku kalau
liburan ini nggak separah
yang aku kira
yap, ingatan tentang dia
aku masih sangat ingat
saat itu malam takbiran
aku lagi santai santai sambil meratapi nasib hpku yang malang
dan sibuk membalas sms dari temen-temen yang mengucapkan
minal aidzin wal faidzin
dengan ucapan yang sama
pukul 20.42
hp ayahku yang sementara kupakai tiba-tiba berdering
kulihat siapa yang menelepon
ternyata...
aaaaah aku sueeeeneeeng buangeeet
pengen rasanya aku loncat-loncat
setelah lama nggak pernah nelpon
akhirnya sekarang dia nelpon juga
cepat-cepat kuangkat teleponnya
dan dengan sotoynya keluargaku menyorakiku dengan namanya
entah dia denger itu atau nggak di telepon
aku nggak peduli
yang penting dia nelepon aku :)
tapi percakapan telepon itu nggak berlangsung lama
mungkin sekitar 3-4 menit
kecewa, jelas
tapi kecewa itu segera tertutupi oleh rasa senang yang terlanjur membuncah di dada
hahahaha, rasanya semalam itu bibirku tak henti-hentinya tersenyum
membayangkan percakapan kami tadi
yang sama-sama canggung
atau sama-sama salah tingkah? mungkin juga
yang bikin aku nggak habis pikir
dia meneleponku hanya untuk minta maaf
yaa minal aidzin wal faidzin gitu lah
apa semua orang yang dia kenal juga ditelepon sama dia?
apa nggak tekor tuh?
atau mungkiiiin
hanya aku yang ditelepon?
huaaaah senang sekali mengetahui
kalau aku pandai berimajinasi
selamat selva, selamat
imajinasimu tingkat tinggi
eits, tapi itu juga belum tentu salah kan?
yaah kita lihat saja nanti
bagaimana akhirnya
semoga happy ending
jangan seperti cerita yang biasa kubikin :p