well, hello again
gak kerasa semester dua udah mau kelar. senin depan udah uas aja. duuuuuh gaada persiapan sama sekali hahaha. rasanya kuliah semester ini gembeel banget. tau ah. yang penting hepi haha.
yah, tapi aku gak sepenuhnya seneng. pertama, tika makin lama makin ngeselin tampangnya. well, harusnya aku gak perlu mikirin itu sih. gak penting juga. tapi mau gimana lagi, orang tiap hari ketemu, gimana gak mau liat mukanya yang rasanya pengen aku panggang aja hahahaha. untung aja dia udah gak berani macem2 lagi di twitter atau dimanapun sekarang, gak tau lagi sih kalo masih berlanjut, bukan urusanku wkwkwk.
kedua, aku jadian sama ibnu. yaa, aku juga bingung sebenernya kenapa bisa terima dia. apa karena aku emang sayang sama dia, atau hanya karena keegoisanku semata. entahlah, aku bingung. yang jelas waktu dia nembak rasanya aku gak sanggup untuk bilang enggak. yaaa jadilah kita pas itu. tanggal 17 mei 2013. banyak yang gak percaya aku jadian sama dia, wong aku aja gak percaya kok, masih bingung sendiri. emang sih dia baiiiiik banget, nah saking baiknya dia itu sampe aku gak bisa bilang enggak. yaa yaudahlah ya dijalanin aja dulu, pikirku pas itu.
ketiga, aku udah putus sama dia. kemarin sore, jumat tanggal 21 juni 2013. kita cuma bertahan sebulan lebih 4 hari. entahlah sapa yang mutusin sapa, aku gak paham tepatnya. yang bilang putus sih dia, tapi setelah mendengar penjelasanku tentang perasaanku ke dia sekarang, yang menurutku sendiri jahat. aku gak tau gimana penilaiannya dia sekarang ke aku, dan jujur aku takut. takut kita gak bisa kayak dulu. takut dia benci aku seumur hidup. seriusan aku takut, dan aku baru sadar, inilah perasaan yang ngeganjel sejak awal kita jadian. aku gak siap kalo harus putus
mungkin emang harusnya kita gak pernah jadian. lebih enak temenan, lebih enak sahabatan. bener kata reja, kalo sahabatan kan enak, gak bakal ada putusnya, dan gak bakal ada yang sakit ati. sebenernya, aku gak tau sih, apa yang sekarang aku rasain. sedih? enggak. seneng? apalagi, ya enggak lah. galau? entahlah, tapi kayaknya enggak. marah? not really. jadi pertanyaan intinya adalah, apa yang harus aku rasain kalo aku putus?
seriusan aku bingung
mungkin emang kedengerannya konyol, nanyain harus merasa seperti apa kalo putus, duh konyol parah emang. tapi kenyataannya emang gitu, dan emang aku masih gak paham dan gak tau harus ngapain. gimana harus bersikap ke ibnu, itu yang paling bikin bingung. kalo aku nyapa, terus tiba2 dia cuek, mau kutaruh mana mukaku? oh meeeeeeen, aku bingung. bingung. bingung sebingung-bingungnya.
mungkin emang otak dan hatiku perlu disinkronin lagi. biar bisa mikir rasional dan jernih. gak butek kayak sekarang. dan aku berharap semoga lebaran cepetan datengnya, biar aku bisa kabur ke Bali secepatnya. hahaha :D
Jumat, 21 Juni 2013
Paramore - The Only Exception
when i was younger i saw
my daddy cry and curse at the wind
broke his own heart and i watched
as he tried to reassemble it
and my mamma swore that she would
never let herself forget
and that was a day that i promised
i never sing of love if it does not exist
but darling you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
maybe i know somewhere
deep in my soul
that love never lasts
and we've got to find other ways
to make it alone
and keep a straight face
and i'd always lived like this
keeping a comfortable distance
and up until now i've sworn to myself
that content with loneliness
because none of it was ever worth to risk
well you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
i've got a tight grip on reality but i can't
let go of what's in front of me here
i know you're leaving in the morning when you wake up
leave me with some kind of proof it's not a dream
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
and i'm on my way to believing
oh and i'm on my way to believing
my daddy cry and curse at the wind
broke his own heart and i watched
as he tried to reassemble it
and my mamma swore that she would
never let herself forget
and that was a day that i promised
i never sing of love if it does not exist
but darling you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
maybe i know somewhere
deep in my soul
that love never lasts
and we've got to find other ways
to make it alone
and keep a straight face
and i'd always lived like this
keeping a comfortable distance
and up until now i've sworn to myself
that content with loneliness
because none of it was ever worth to risk
well you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
i've got a tight grip on reality but i can't
let go of what's in front of me here
i know you're leaving in the morning when you wake up
leave me with some kind of proof it's not a dream
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
you are the only exception
and i'm on my way to believing
oh and i'm on my way to believing
Langganan:
Postingan (Atom)